Humas Kemenag, Corong Pemerintah yang Positif dan Produktif

Diposting oleh : Mikyal Fatonah, S.pd Pada : 23 Sep 2021, 19:49:16 WITA Sudah dibaca : 118 Kali Humas
Humas Kemenag, Corong Pemerintah yang Positif dan Produktif

Gambar : Plt Kanwil Kemenag Kupang, Hasan Manuk, memberi sambutan pada kegiatan bimtek kehumasan.


Kota Kupang (Humas) – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kehumasan di Kota Kupang. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 3 hari sejak tanggal 9 – 11 September bertempat di Hotel Kristall. Bimtek Kehumasan diselenggarakan untuk memberi ruang bagi para kontributor humas dari seluruh kabupaten/kota untuk berdiskusi, berbagi ilmu, maupun pengalaman seputar kehumasan dan jurnalistik. Selama ini, para kontributor humas yang tersebar di seluruh kabupaten/kota NTT telah berjuang dari tempat masing-masing untuk membagikan informasi dan mendokumentasikan segala aktivitas kantor kemenag maupun madrasah meskipun dengan segala kendala yang dihadapi di lapangan. Oleh karena itu, Kanwil Kemenag Provinsi NTT berusaha memfasilitasi para kontributor agar lebih memahami tujuan mulia humas termasuk memberikan kesempatan bagi para kontributor untuk lebih mendalami jurnalistik. Plt Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, H. Hasan Manuk, dalam sambutannya menyampaikan betapa pentingnya kegiatan ini sebab para kontributor adalah orang-orang penting yang terpilih dalam tugasnya sehingga panitia pun menghadirkan narasumber terpilih. Beliau juga menyampaikan perbedaan antara tugas humas dengan tugas jurnalis. 

“Tugas humas dalam tanda kutip tidak dalam konteks jurnalistik murni. Kita menjadi corong pemerintah yang positif dan produktif, humanis, persuasif, efektif. Di situ ada sebuah kata yang sarat makna adalah berita disampaikan kepada publik yang sifatnya informatif, komunikatif persuasif. Persuasif itu artinya ada kesan mengajak di situ untuk orang melakukan sesuai dengan harapan kita,” kata Hasan Manuk (09/09/2021). 

“Jangan jadi provokator dalam memberitakan berita dalam konteks kapasitas Anda sebagai kontributor humas di kabupaten/kota masing-masing. Kita kontributor humas dalam konteks yang positif, beda dengan jurnalis murni. Selain konsumtif, beritanya persuasif dalam konteks yang merangsang sehingga begitu membaca judulnya orang tertarik. Itulah jurnalis murni karena dia menjual berita. Maka tidak heran kalau di media masa, koran, dan sebagainya, isinya sederhana tetapi judul yang ditawarkan luar biasa,” tegas Hasan Manuk. 

Hasan Manuk menekankan agar para kontributor dalam lembaga pemerintahan menawarkan berita yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat luas dengan memperhatikan etika sesuai dengan Permenpan RB Nomor 30 Tahun 2011 tentang kehumasan instansi pemerintah, termasuk di dalamnya yang mengatur tentang berita. Penyajian berita harus lebih baik, dimulai dari memperhatikan pemilihan diksi yang digunakan. Kehatian-hatian dalam memilih diksi sangat penting sebab kesalahan penggunaan diksi dapat menjadi masalah di kemudian hari. Tugas humas sebagai perpanjangan tangan pemerintah harus memperhatikan bahasa yang baik dan benar agar berita yang dihasilkan menuai respon positif dari masyarakat. Sebelum mengakhiri sambutannya, Hasan Manuk berpesan agar para kontributor mengikuti kegiatan Bimtek Kehumasan dengan  serius, berdiskusi tanpa menyinggung perasaan orang lain. *(Mikyal) 
 




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment