Si Kembar yang Bersaing dalam Kompetisi Sains Nasional 2021

Diposting oleh : Mikyal Fatonah, S.pd Pada : 23 Sep 2021, 19:40:42 WITA Sudah dibaca : 157 Kali Humas
Si Kembar yang Bersaing dalam Kompetisi Sains Nasional 2021

Gambar : Marshela dan Marshely mengikuti KSN-P 2021


MAN Kota Kupang (Humas) - Kompetisi Sains Nasional Provinsi (KSN-P) tahun ini diikuti oleh dua orang peserta didik dari MAN Kota Kupang pada Rabu (15/09/2021). Keduanya saat ini berada di kelas XI jurusan IPS, Marshela Yudiastyani dan Marshely Yudiastyani. Hal yang menarik dari kompetisi saat ini bahwa keduanya berkompetisi pada bidang sains yang sama yaitu Geografi. Saudara kembar dengan minat yang sama pada Geografi dan mengikuti kompetisi yang sama pula tetap membuat Marshela dan Marshely berkompetisi secara jujur. Dua orang peserta inilah harapan MAN Kota Kupang untuk masuk menembus level nasional.

Saat ditanya tentang tingkat kesulitan soal, marshela mengatakan soal-soal KSN tingkat provinsi lebih sulit. Ia terbantu karena sebelumnya beberapa soal cukup mirip dengan soal-soal yang sempat dibahas dalam bimbingan bersama guru pembimbing KSN. Mereka melakukan persiapan dengan membahas kumpulan soal Geografi, melakukan bimbingan rutin secara daring, dan sesekali bimbingan tatap muka terbatas. Sunariah, Guru Geografi MAN Kota Kupang sekaligus pembimbing KSN bidang Geografi menjelaskan kendala yang dihadapi di masa pandemi ini. Sunariah merasa bimbingan tidak berjalan maksimal karena pertemuan harus dibatasi demi menjaga kesehatan bersama. Oleh karena itu, Sunaria melaksanakan bimbingan dengan memberikan kumpulan soal Geografi dan melakukan pembahasan. Soal-soal yang tidak dipahami itulah yang akan ditanyakan dan dibahas lebih detail. 
“Lihat video belajar di youtube, ada pembahasan soal. Jadi seperti ada yang mirip-mirip begitu. Pembimbingan cukup sering. Kadang melalui WA, Kadang datang ke sekolah. Paling sering bimbingan dari zoom meet dan Whatsapp,” jelas Marshela.

Adapun tingkat kesulitan soal KSN, Marshela dan Marshely sepakat bahwa KSN-P lebih sulit.
“Paling sulit soal KSN-P. Ada peta buta juga kan. Tadi sesi 1 hanya tersisa 2 soal yang tidak dijawab dari 40 soal dengan waktu 40 menit. Kalau sesi 2 ada 25 soal dan waktunya 1 jam. Bisa dijawab semua,” Marshely menjelaskan. Pengalaman Marshela pun tidak jauh berbeda. Ia menyelesaikan 39 soal pada sesi 1 dan menyelesaikan seluruh soal pada sesi 1. Pelaksaan KSN diharapkan dapat meningkatkan mutu peserta didik dalam dalam menguasai ilmu pengetahuandan teknologi serta tercapainya pemerataan prestasi. Mengusung tema Sains Pulihkan Negeri, KSN membuktikan semangat dan daya juang peserta didik di seluruh Indonesia tidak tergoyahkan oleh pandemi. *(Mikyal)
 




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

Write a comment

Ada 4 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment