Penutupan Bimtek Implementasi Kurikulum Merdeka MAN Kota Kupang

Oleh Humas MAN kpg 04 Jun 2022, 09:24:55 WITA HUMAS dibaca 266 kali
Penutupan Bimtek Implementasi Kurikulum Merdeka MAN Kota Kupang

Keterangan Gambar : Penutupan bimtek Kurikulum Merdeka bersama Kabid Pendis Kanwil Kemenag NTT


MAN Kota Kupang (Humas) - Hari terakhir kegiatan Bimbingan Teknis (bimtek) Kurikulum Merdeka berlangsung pada Rabu (19/05) di Aula TKJ MAN Kota Kupang. Pada kegiatan hari terakhir ini, para peserta bimtek melakukan praktik penyusunan modul ajar. Penyusunan modul ajar dibimbing langsung oleh Wahid Aman S.Pd., M.Hum. dan Yandri D.I Snae, S.Pd., M.T., selaku narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) sejak hari pertama pelaksanaan bimtek.


Penyusunan modul bahan ajar dalam Kurikulum Merdeka harus disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Berdasarkan KMA 347 Tahun 2022, pada paparan struktur kurikulum Madrasah Aliyah, muatan pembelajaran dapat berbasis proyek secara terpadu atau simultan. Madrasah pun dapat menggunakan atau memilih pendekatan mata pelajaran atau tematik secara bebas sesuai kebutuhan pembelajaran peserta didik yang diprogramkan.

Baca Lainnya :


Selama pembimbingan, baik Wahid maupun Yandri mengingatkan agar modul ajar yang disusun pendidik fokus pada komponen tujuan, langkah-langkah pembelajaran, serta asesmen yang dibutuhkan dalam satu topik berdasarkan tujuan pembelajaran. Komponen selain itu tidak diwajibkan ada dalam modul ajar. Demi tercapainya tujuan pembelajaran, maka sangat penting untuk memerhatikan karakteristik daerah, satuan pendidik, dan peserta didik dalam penyusunan modul. Kebutuhan yang menunjang pengetahuan dan keterampilan peserta didik di NTT tentu tidak sama dengan provinsi lain. Oleh karena itu, pendidik harus memahami betul kebutuhan peserta didiknya.


Selain itu, dalam implementasi Kurikulum Merdeka, pendidik tidak perlu lagi menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) jika telah menyusun dan mengembangkan modul ajar sendiri ataupun menggunakan modul ajar dari pemerintah. Hal ini disebabkan semua komponen dalam perencanaan pembelajaran telah disederhanakan dalam modul ajar. Penyederhanaan dilakukan agar pendidik tidak menghabiskan waktu untuk urusan administrasi, melainkan fokus pada substansi pembelajaran.


Kegiatan bimtek juga dihadiri oleh Kepala Bidang Pendidikan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Drs. H. Pua Monto Umbu Nay. Pada sesi penutupan, Pua Monto Umbu Nay banyak memberi wejangan terkait cara menyikapi sebuah perubahan, dalam hal ini perubahan kurikulum. Beliau mengajak seluruh peserta untuk tidak memiliki sikap antipati terhadap sebuah perubahan, tetapi justru berpikir positif dan yakin bahwa kebijakan dari pusat berorientasi kepada kemaslahatan. Upaya apapun tentang pendidikan harus diyakini sebagai ikhtiar untuk menyiapkan generasi Indonesia yang kuat di masa yang akan datang.


“Saya memaknai Kurikulum Merdeka seperti ini, selama anak (baca: peserta didik) itu membuat apa saja dalam konteks belajar, biarkan. Bismillah, kita tinggal arahkan. Jadi, tidak lagi anak itu sesuai dengan kemauan guru. Guru jangan memaksakan anak menjadi seperti guru, membandingkan pengalaman guru zaman dulu dengan kehidupan zaman sekarang,” pesan Pua Monto Umbu Nay.


Menurut Pua Monto Umbu Nay, Kurikulum Merdeka adalah sebuah hasil ijtihad para pakar pendidikan yang memikirkan bagaimana pendidik mampu menyiapkan generasi-generasi Indonesia di kemudian hari menjadi generasi yang kuat. Ijtihad itu disesuaikan dengan perubahan zaman. Sebagai ilustrasi, beliau membandingkan banyaknya aktivitas pengambilan gambar (selfie) yang dilakukan jamaah haji dan umroh di Makkah meskipun dalam kondisi sedang beribadah. Sangat berbeda dengan zaman ketika kamera masih menjadi barang langka.


“Kita juga dulu tidak perrnah bisa membayangkan hari ini kita sambil mendengarkan ceramah sambil shopping sana sini karena memang itulah zamannya, Bapak/Ibu sekalian. Kita tidak bisa ingkari ini. Nah, sekarang bagaimana caranya semua yang kita pakai ini supaya lebih terarah. Apa yang dialami anak-anak kita sekarang jangan sampai membuat mereka terjerumus, maka hadirlah Kurikulum Merdeka ini,” tambah Pua Monto Umbu Nay.


Sebelum menutup kegiatan bimtek secara resmi, Pua Monto Umbu Nay kembali mengajak seluruh peserta untuk menghilangkan rasa malas dan berpikir positif mengenai perubahan kurikulum. Perubahan kapan pun akan selalu terjadi sebab perubahanlah yang abadi. (Mikyal)


Catatan: Berita ini pernah dimuat di laman Kanwil NTT pada Jumat, 20 Mei 2022 15:14

https://ntt.kemenag.go.id/berita/519604/penutupan-bimtek-implementasi-kurikulum-merdeka-man-kota-kupang




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment